Monday, February 17, 2014

Menlu Marty Minta WNI di Suriah Tidak Ikut Berperang

Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!

[ads] Gmail is great, but wouldn't it be good to wean off Google? There's a bounty for a self-hosted gmail. . Fancy using a gmail alternative? Join the bounty and make it happen!

VIVAnews - Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa mengimbau warga Indonesia yang masih berada di Suriah tidak ikut terlibat dalam perang sipil.

Menurut Marty, Senin 17 Februari 2014, tidak dibenarkan apabila ada WNI yang masih berada di Suriah tetapi ikut berperang. Marty meminta agar WNI yang masih berada di Suriah agar segera kembali ke tanah air.

"Upaya yang dilakukan baru-baru ini yaitu dengan merepatriasi WNI yang
masih berada di Suriah," kata Marty.

Menurut data yang pernah dipaparkan oleh Direktur Perlindungan WNI dan BHI, Tatang Budie Utama Razak, Januari 2014, pada tahun 2010 lalu terdapat sekitar 12.500 WNI yang bekerja di Suriah.

Namun, jumlah itu kian berkurang karena sebanyak 9.982 orang telah dipulangkan ke Indonesia, ketika Suriah mengalami konflik.

Sementara laporan yang pernah dipublikasikan oleh Institut Analisa Kebijakan Konflik (IPA) pimpinan Sydney Jones, menyebut justru banyak WNI yang kini berada di Suriah. Mereka disebut IPA, berpotensi menghidupkan kembali kelompok militan untuk menebar teror di Indonesia.

Masih adanya WNI yang berada di sana, sempat disebut Duta Besar Amerika Serikat untuk RI, David O. Blake, Jr. menjadi salah satu perhatian pemerintahnya.

Dalam kesempatan itu, Marty turut meminta agar kedua pihak yang sedang berkonflik di Suriah agar terus mengedepankan kekuatan diplomasi sebagai jalan keluar.

"Dalam banyak kesempatan, saya kerap mengatakan bahwa Indonesia percaya terhadap kekuatan diplomasi dan penyelesaian konflik secara damai akan menjadi solusi terbaik," ujar Marty.

Dia pun meminta agar konflik di Suriah tidak diperpanjang, lantaran akan lebih banyak lagi warga yang tidak berdosa menjadi korban. Posisi RI pun, kata Marty sangat jelas dalam konflik itu, yakni mendukung adanya gencatan senjata dan mengizinkan adanya proses transisi.

"Tetapi semua proses itu tentu harus menghormati aspirasi dan keingingan dari warga Suriah sendiri," kata dia.

17 Feb, 2014


-
Source: http://dunia.news.viva.co.id/news/read/482147-menlu-marty-minta-wni-di-suriah-tidak-ikut-berperang
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com DOWNLOAD:

No comments:

Post a Comment