Friday, February 28, 2014

Keju Berusia 3.600 Tahun Ditemukan di China, Diduga untuk Bekal di Akhirat

Sabtu, 01/03/2014 04:10 WIB

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews

Foto: nydaily

China - Para peneliti menemukan gumpalan keju pada leher dan dada mumi di China. Gumpalan keju itu berusia sama dengan si mumi yakni 3.600 tahun. Apakah ini keju tertua?

Seperti dilansir NBC News, Sabtu (1/3/2014) para arkeolog China mengumpulkan sampel gumpalan berwarna kuning dari 10 makam mumi pada sungai kecil di barat laut Gurun Taklamakan. Ahli kimia Jerman kemudian menetapkan gumpalan kuning tersebut sebagai keju kefir.

Beragam spekulasi pun muncul mulai dari keju tersebut sebagai sebuah persembahan hingga bekal untuk kehidupan di akhirat. Spekulasi tersebut muncul karena memang mumi di Taklamakan dikenal sebagai representasi non Asia yang misterius.

Di Zaman Perunggu (2100 SM) terdapat sebuah bangsa yang berjalan melintasi China. Bangsa inilah yang kemudian menjadi mumi di Gurun Taklamakan.

Para peneliti kemudian menyimpulkan bahwa keju-keju tersebut dibawa oleh bangsa misterius itu ke China dari Eropa. Kesimpulan ini didasari oleh penemuan sebelumnya yaitu residu lemak susu sebagai bahan pembuatan keju berumur 7.500 tahun di Polandia.


Seorang Balita Tercebur Ke Dalam Kuali Panas. Saksikan selengkapnya di "Reportase Pagi" pukul 04.30 - 05.30 WIB hanya di Trans TV

(bpn/jor)

Punya informasi penting yang ingin Anda laporkan? Atau punya #FotoUnik? Kirim ke PASANGMATA.COM .


Foto Video Terkait

  • KPK Kumpulkan 3 Gubernur Bahas Korupsi APBD.
  • Deklarasi Tolak Politik Uang.
  • Kebakaran Hutan di Riau.
  • Hilang 8 Bulan, Jasad Wanita Jadi Mumi
  • Ibu yang Biarkan Balitanya Mati Kelaparan Divonis

Sponsored Link

01 Mar, 2014


-
Source: http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656082/s/37a7eded/l/0Lnews0Bdetik0N0Cread0C20A140C0A30C0A10C0A410A0A70C25121640C11480Ckeju0Eberusia0E360A0A0Etahun0Editemukan0Edi0Echina0Ediduga0Euntuk0Ebekal0Edi0Eakhirat/story01.htm
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com DOWNLOAD:

No comments:

Post a Comment