Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!
Diceritakan dalam film horor 'Oo Nina Bobo', Revalina berperan sebagai Dokter Karina yang mengambil Master jurusan psikologi.
"Ya susah, karena bahasa kedokteran juga sudah ribet. Aku kuliah nggak ngambil kedokteran. Jadi harus belajar bagaimana pembawaan seorang dokter. Ini benar-benar sulit," ujarnya saat ditemui di Kantor Rapi Films, Cikini, Jakarta Pusat, Senin (4/2/2014).
Demi meluluskan pendidikannya, Karina harus mengambil satu contoh kasus untuk dianilisis dan diselesaikan. Di situlah dia bertemu Ryan, seorang anak penderita PTSD (Post-Traumatic Stress Disorder), yang disebabkan trauma mendalam saat melihat keluarganya meningga secara misterius.
Dengan teorinya yang selalu berdasarkan pada logika, Karina pun membawa anak tersebut kembali ke rumah di mana dia dan keluarganya dulu tinggal. Sayangnya, sejumlah kejadian tak masuk akal pun terjadi. Terlebih lagi, ketika lagu yang pengantar tidur 'Nina Bobo' dinyanyikan.
"Memang Reva, di sini karakternya 'shopisticated, cerdas, menarik, itu adalah karakter yang sudah lama saya idam-idamkan sejak 10 tahun yang lalu untuk dia. Dan memang cuma Reva yang pas memerankan Dokter Karina," tegas sang sutradara Jose Purnomo.
Lantas, adakah kejadian mencekam selama proses syuting? Next »
(hap/ich)
Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!
04 Mar, 2014
-
Source: http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656082/s/37bfdfd1/l/0Lhot0Bdetik0N0Cread0C20A140C0A30C0A40C110A8450C25145510C2290Cperankan0Epsikiater0Ejadi0Etantangan0Euntuk0Erevalina0Es0Etemat/story01.htm
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com DOWNLOAD: