Sunday, March 2, 2014

Diwawancara Media Austalia, Kakak Corby Bicara Ganja di Tas Adiknya

Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!

Senin, 03/03/2014 07:51 WIB

Corby saat berjalan-jalan di dalam resort mewah di Bali (Bradley Hunter/News Corp Australia)

Jakarta - Kakak kandung Schapelle Corby, Mercedes Corby, angkat bicara soal temuan ganja di tas adiknya yang kemudian menjebloskannya ke penjara. Dalam wawancara dengan Channel 7 melalui program Sunday Night, Mercedes menepis rumor jika almarhum ayahnya terlibat dengan temuan 4 kg ganja di tas adiknya.

"Semua rumor yang telah dikatakan tentang ayah saya, salah," ujar Mercedes saat diwawancara Sunday Night yang dilansir dari skynews.com.au, Senin (3/3/2014).

Mercedes merasa media telah memojokkan keluarganya. Dia juga menilai, jika ayahnya masih hidup dan bersaksi maka media juga tidak akan memberikan kesempatan.

"Mereka tidak benar dan jika ayah saya masih hidup sekarang, mereka tidak akan pernah mempublikasikannya." ucapnya.

Mercedes mengatakan, dia ingin ganja itu diuji. Selain itu dia juga ingin jejak dari bandara Australia dan Indonesia dan juga sidik jari diperiksa tapi dia tak mendapat apa-apa.

Dia juga menegaskan pembelaan dan menuduh otoritas bagasi maskapai terlibat dalam peletakkan ganja itu ke dalam tas Corby.

"Saya tidak tahu siapa yang memasukkannya ke dalam tas itu, tapi aku cukup yakin ada hubungannya dengan seseorang yang bekerja di bandara," tegas Mercedes.

Pihak berwenang Indonesia telah mengindikasikan bahwa mereka akan memeriksa program yang menayangkan wawancara dengan kakak Corby itu. Pihak berwenang telah memperingatkan jika Corby terlibat dalam wawancara itu maka hal itu bisa membuatnya kembali ke penjara karena melanggar pembebasan bersyaratnya.


Rayakan kasih sayang anda dengan coklat. tapi bagaimana kalau coklat tersebut ternyata rekondisi? Simak di Reportase Investigasi, Pukul 16.30 WIB Hanya di TRANS TV

(dha/trq)

Punya informasi penting yang ingin Anda laporkan? Atau punya #FotoUnik? Kirim ke PASANGMATA.COM .


Foto Video Terkait

  • TNI Kirim 100 Pendongeng Nasional ke Sinabung.
  • PD Laporkan Dana Kampanye ke KPU.
  • Diskusi Pesan Kunci "Indonesia Pasca SBY".
  • Cari Bukti Deal Eksklusif Ratu Mariyuana, Polisi Gerebek Stasiun TV Australia
  • Massa FPI dan Polisi Terlibat Saling Dorong di Depan Istana

Sponsored Link

03 Mar, 2014


-
Source: http://detik.feedsportal.com/c/33613/f/656082/s/37b4db03/l/0Lnews0Bdetik0N0Cread0C20A140C0A30C0A30C0A747350C25129660C11480Cdiwawancara0Emedia0Eaustalia0Ekakak0Ecorby0Ebicara0Eganja0Edi0Etas0Eadiknya/story01.htm
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com DOWNLOAD:

No comments:

Post a Comment