Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!
[ads] Gmail is great, but wouldn't it be good to wean off Google? There's a bounty for a self-hosted gmail. . Fancy using a gmail alternative? Join the bounty and make it happen!
Menurut Idi, sekali saja masyarakat kecewa, mereka akan bersikap negatif terhadap sang pemilik media.
"Begitu Surya Paloh muncul di Metro TV, 3 menit, 10 detik pertama, orang sudah ganti channel. Yang muncul bukan simpati, tapi malah antipati," kata Idy dalam diskusi di Hotel Sahid, Jakarta, Senin 17 Oktober 2014.
Idy mengatakan, media yang bersikap partisan juga merugikan dirinya sendiri. Dia mencontohkan, misalnya, sebuah media terlalu banyak mengangkat kelompok tertentu, maka masyarakat secara umum akan meninggalkan media tersebut. "Kebanyakan pemirsa kan bukan dari kelompok tertentu," ujarnya.
Selain itu, katanya, publik juga pada akhirnya dirugikan terhadap media yang menjadi pendukung kelompok atau partai politik tertentu. Sebab, publik tidak mendapatkan infomasi yang utuh menyangkut pemilu.
"MNC tidak boleh menayangkan Hanura? Boleh. Pertanyaannya, adilkah MNC terhadap semua peserta yang lain?" kata Idy.
"Kalau menayangkan Hanura, seharusnya MNC juga menayangkan 11 peserta pemilu yang lain. Kuantitas sama. Karena menyangkut durasi, konten. Kalau tidak adil, pemirsa MNC tahunya peserta pemilu hanya Hanura," dia menambahkan.
Salah satu sinetron yang tayang di RCTI, 'Tukang Bubur Naik Haji', mendapat sanksi dari KPI. KPI menilai salah satu adegan yaitu dialog kebangsaan oleh bakal calon presiden-calon wakil presiden Partai Hanura melanggar aturan kampanye.
"KPI memberikan sanski terhadap stasiun penayang sinetron itu, RCTI, karena itu bagian dari kampanye. Dan itu menunjukkan media sudah tidak netral dalam konteks politik," kata Idy. [Baca selengkapnya di sini]
18 Feb, 2014
-
Source: http://nasional.news.viva.co.id/news/read/482150-kpi--media-tak-independen-rugikan-diri-sendiri
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com DOWNLOAD:
No comments:
Post a Comment