VIVAnews - Kementerian Luar Negeri RI sudah bertindak atas aksi tentara Papua Nugini (PNG) yang diduga membakar kapal nelayan asal Papua. KBRI di Port Morresby dan Konsulat Jenderal RI di Vanimo, melayangkan klarifikasi kepada Pemerintah PNG.
Itu disampaikan Juru Bicara Kemenlu, Michael Tene melalui telepon kepada VIVAnews, Rabu, 12 Februari 2014. Menurut Tene, kesepuluh warga Papua yang diduga berada di perbatasan air antara Papua dan PNG, ternyata bukan nelayan.
"Mereka merupakan pedagang dan mereka kerap berdagang di daerah itu," ujar Tene.
Dia melanjutkan, pemerintah kini masih menunggu klarifikasi dari PNG soal peristiwa penenggelaman kapal itu. Menteri Luar Negeri, Marty Natalegawa, juga sudah menghubungi Menlu PNG, Rimbink Pato. Pato berjanji akan segera memberikan klarifikasi soal isu itu.
"Kami tidak memberikan batas waktu tertentu kepada Pemerintah Papua. Tetapi kami harapkan dalam waktu dekat sudah ada respon dari mereka," imbuh Tene. Sejauh ini, katanya, kerjasama yang dijalin RI dengan PNG masih berjalan cukup baik.
Belum diketahui nasibnya
Sementara itu, kejelasan nasib lima warga Papua lainnya yang hilang dalam tragedi itu, belum diketahui. Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut, Untung Suropati yang dihubungi VIVAnews hari ini mengatakan, timnya di lapangan masih terus melakulan penyisiran di Perairan Torasi.
Siaran pers yang dikirimkan TNI AL kepada VIVAnews menyebut, lokasi Perairan Torasi ada di paling ujung Tenggara, tepat di pojok bawah Pulau Irian. Menurut Komandan Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan XI Merauke, Mayor Marinir Azrin, di perairan tersebut tidak ada penghuni.
"Hanya ada marinir yang bertugas sebagai penjaga perbatasan saja," katanya.
Para prajurit Korps Marinir TNI AL hingga hari ini masih terus melakukan upaya pencarian lima korban lainnya. Mereka mengerahkan KRI Ahmad Yani dan satu sea rider.
12 Feb, 2014
-
Source: http://nasional.news.viva.co.id/news/read/480858-konflik-nelayan-dengan-tentara-png--pemerintah-minta-klarifikasi
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com DOWNLOAD:
No comments:
Post a Comment