Thank you for using rssforward.com! This service has been made possible by all our customers. In order to provide a sustainable, best of the breed RSS to Email experience, we've chosen to keep this as a paid subscription service. If you are satisfied with your free trial, please sign-up today. Subscriptions without a plan would soon be removed. Thank you!
[ads] Gmail is great, but wouldn't it be good to wean off Google? There's a bounty for a self-hosted gmail. . Fancy using a gmail alternative? Join the bounty and make it happen!
Dalam tiga tahun terakhir, ManCity lebih dominan ketimbang Chelsea.
Striker Manchester City, Stevan Jovetic bobol gawang Chelsea (REUTERS/Darren Staples)
VIVAbola – Peluang Manchester City mengakhiri musim ini dengan mengangkat trofi bertambah, setelah mereka melaju ke babak delapan besar FA Cup usai menyingkirkan Chelsea dengan kemenangan 2-0 di Etihad Stadium. Sebelumnya, The Citizens telah memastikan satu tempat di final Capital One Cup menghadapi Sunderland pada 2 Maret mendatang.
Di kompetisi Premier League, ManCity juga masih menjadi salah saatu klub yang bersaing untuk menjadi juara. Tim besutan Manuel Pellegrini itu berada di posisi ketiga klasemen sementara Premier League dan hanya terpaut tiga poin dari The Blues yang memuncaki klasemen, tapi ManCity masih menyimpan satu laga di tangan.
ManCity belum tersingkir di ajang Liga Champions setelah lolos dari penyisihan grup untuk melawan Barcelona di babak 16 besar. Dalam hal ini, peluang mereka tentu masih ada untuk menjadi juara kompetisi antar klub elite Eropa itu.
Artinya, ManCity masih memiliki kesempatan memenangi seluruh kompetisi yang mereka ikuti pada musim ini. Capital One Cup, FA Cup, Premier League, dan Liga Champions merupakan empat kompetisi di mana The Citizens masih terlibat di dalamnya.
Kemenangan 2-0 atas Chelsea di ajang FA Cup menjadi penting bagi moral Yaya Toure dan kawan-kawan. Seperti sebuah balas dendam yang sempurna, jika mengingat hasil ini diraih setelah 12 hari sebelumnya, ManCity takluk 0-1 dari Chelsea di Etihad Stadium dalam laga lanjutan Premier League.
"Kami bermain cukup buruk 12 hari lalu. Kali ini, kami membuatnya berbeda. Chelsea tidak kami berikan ruang untuk berkembang dan itu karena para pemain ingin melakukan balas dendam di pertandingan hari ini," kata kapten ManCity, Vincent Kompany, seperti dilansir BBC.
Pellegrini mengakui, waktu istirahat lebih banyak yang dimiliki ManCity menjadi keuntungan tersendiri untuk timnya. Seperti diketahui, laga The Citizens kontra Sunderland pada Rabu lalu ditunda karena angin kencang. Chelsea sendiri tetap melakoni pertandingan pada Rabu lalu, dan ditahan West Bromwich Albion 1-1.
"Sangat penting bagi tim saya untuk tidak bermain melawan Sunderland hari Rabu. Tim ini telah bermain 18 kali dalam 2 bulan terakhir. Saya lihat tim ini tidak bugar. Itulah sebabnya, penampilan kami sedikit menurun melawan Chelsea (di Premier League) dan Norwich," ujar Pellegrini seperti dilansir Soccerway.
"Saat berlatih hari Kamis dan Jumat, saya lihat tim ini dalam kondisi segar. Saya benar-benar yakin kami bisa bermain baik seperti yang sudah kami lakukan," lanjut manajer asal Chile ini.
Chelsea lebih unggul
Bila melihat catatan kedua tim dalam 135 pertemuan terakhir, Chelsea masih lebih unggul dibanding ManCity. The Blues mengantongi 54 kemenangan, sedangkan The Citizens memenangi 45 laga, dan sisanya berakhir imbang.
Namun, bila melihat apa yang terjadi dalam 10 pertemuan terakhir, ManCity boleh berbangga, karena mereka memenangi tujuh laga di antaranya. Sementara klub asal London barat tersebut baru dua kali menang, dan satu pertandingan lainnya berakhir imbang.
Artinya, setidaknya dalam tiga tahun terakhir, ManCity lebih dominan ketimbang Chelsea. Yang menarik, dua kemenangan yang diperoleh Chelsea atas ManCity dalam 10 pertemuan terakhir diraih ketika mereka sudah ditangani Jose Mourinho.
Yang pertama, kala The Blues menang 2-1 di pertemuan perdana Premier League musim ini pada Oktober 2013, lalu kemenangan 0-1 di Etihad Stadium pada 12 Februari 2014. Dan yang perlu dicatat, Mourinho punya catatan bagus bersama Chelsea ketika berhadapan dengan ManCity.
Saat pelatih asal Portugal itu menukangi The Blues periode pertama yang berlangsung dari 2004-2007, dalam enam pertemuan dengan ManCity, Chelsea memenangi empat laga, sekali kalah dan sekali imbang. Di luar Chelsea, Mourinho juga pernah mengalahkan ManCity 3-2 di Santiago Bernabeu kala menangani Real Madrid pada laga penyisihan grup Liga Champions musim lalu, sedangkan di pertemuan kedua di Etihad Stadium berakhir 1-1.
Sayangnya, catatan manis Mourinho tersebut tidak berlaku pada laga hari Minggu dini hari WIB lalu. Chelsea pun harus tersingkir dari babak 16 besar FA Cup musim ini.
Chelsea, Jose Mourinho" src="http://media.viva.co.id/thumbs2/2013/08/18/218284_manajer-chelsea--jose-mourinho_250_188.jpg" alt="Manajer Chelsea, Jose Mourinho" width="250" height="188" />
Chelsea Kehilangan Dua Gelar
Tersingkirnya Chelsea dari FA Cup membuat mereka sudah kehilangan dua gelar. Sebelumnya, The Blues juga sudah tersingkir di ajang Capital One Cup. Ketika itu, Chelsea dikalahkan oleh Sunderland dengan skor 2-1 di perempatfinal Capital One Cup.
Dengan demikian, peluang Chelsea untuk menjadi juara hanya tinggal di dua kompetisi lagi, yakni Premier League dan Liga Champions. Di babak 16 besar Liga Champions, John Terry dan kawan-kawan bertemu Galatasaray.
Sementara itu, di kompetisi Premier League, Chelsea harus bersaing ketat dengan Arsenal, Manchester City, dan Liverpool. Chelsea memang masih memuncaki klasemen dengan mengoleksi 57 poin dari 26 laga, tapi Arsenal hanya tertinggal satu poin dari mereka. Begitu juga Manchester City yang hanya terpaut tiga poin dari Chelsea, tapi masih memiliki satu pertandingan di tangan.
Tentu saja bukan menjadi jalan yang mudah bagi Chelsea untuk mengakhiri musim ini dengan gelar juara. Sebab, persaingan di Liga Champions dan Premier League selalu lebih katat dan sengit ketimbang FA Cup dan Capital One Cup.
Ini juga akan menjadi pertaruhan bagi Mourinho, yang sempat melontarkan pernyataan tentang targetnya meraih gelar untuk musim ini. Bahkan, mantan pelatih Inter Milan ini setengah sesumbar, jika The Blues tak mengangkat trofi pada akhir musim, dia bersedia mundur.
"Tentu saja, ini adalah tentang memenangkan trofi. DNA saya tidak berubah, sifat saya tak berubah. Saya bukan tipe orang yang berada di klub selama tiga atau empat tahun tanpa memenangkan trofi," terang Mourinho suatu waktu, seperti dilansir Soccerway.
"Dalam hal ini, klub tidak perlu klub mengatakan: 'Kami tidak senang dengan Anda, selamat tinggal'. Saya akan menjadi orang pertama yang mengatakan: 'Saya telah memberikan segala yang saya bisa. Tapi, jika saya tidak berhasil, mari kita pergi dan mencoba hal yang berbeda'," ungkap mantan pelatih FC Porto ini.
Akan menjadi menarik melihat masa depan Mourinho bersama Chelsea dipertaruhkan pada akhir musim ini. Jika pelatih berusia 51 tahun itu benar-benar gagal mempersembahkan trofi untuk The Blues musim ini, maka Roman Abramovich bakal melakukan apa yang sudah sering dia lakukan sebelumnya. Memecat seorang pelatih.
Mau lihat berita menarik lainnya, klik di sini
17 Feb, 2014
-
Source: http://bola.viva.co.id/news/read/481806-kemenangan-mancity--dan-nasib-mourinho-bersama-chelsea
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com DOWNLOAD:
No comments:
Post a Comment